22.1 C
East Kalimantan
Kamis, April 2, 2026
spot_img

Tongkang Muatan Batu Bara Tabrak Jembatan Mahulu Samarinda

Samarinda, Kaltimpulse.com – Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Kota Samarinda mengalami kerusakan setelah ditabrak oleh kapal ponton M80-1302 bermuatan batu bara yang ditarik oleh tugboat KD2018 milik PT Dharmalancar Sejahtera.

Insiden tabrakan ini terjadi pada Selasa (23/12/2025) sekitar pukul 05.00 WITA. Berdasarkan pengecekan awal, pilar P6 jembatan mengalami kerusakan visual berupa luka pada beton dan pecahan material di bagian bawah.

BACA JUGA: Aksi Koboi Penipu Emas di Bandung

Kepala Dinas PUPR PERA Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menjelaskan kondisi terkini struktur jembatan pasca-tabrakan.

“Untuk sementara kami masih melihat secara visual. Memang ada kerusakan pada bagian fender atau pelindung di bawah pilar. Namun, secara kasat mata belum terlihat adanya kemiringan atau pergeseran struktur,” ujarnya pada Selasa (23/12/2025).

Di sisi lain, terungkap bahwa kapal tersebut melintas di waktu yang tidak semestinya. Humas Pelindo Regional 4 Samarinda, Ali Akbar, menegaskan bahwa pada saat kejadian, aktivitas pemanduan belum dimulai.

“Untuk tanggal 23 Desember, jadwal pemanduan dibuka pertama kali di Sungai Mahakam pada pukul 06.00 Wita. Setelah satu jam di Mahakam, baru dibuka untuk wilayah Mahulu. Pada pukul 05.00 Wita itu, kegiatan pemanduan di Mahulu memang belum berjalan. Itu masih di luar jam operasional,” tegas Ali pada Kamis (25/12/2025).

BACA JUGA: Jembatan Kedaton Agung Resmi Beroperasi

Menyikapi pelanggaran dan insiden ini, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda telah memulai langkah investigasi. Kepala KSOP Kelas I Samarinda, Mursidi, menyatakan bahwa pihaknya tengah mengevaluasi seluruh pihak yang terlibat.

“Dari KSOP, kami sedang melakukan investigasi menyeluruh. Mulai dari pandu, asis, termasuk juga pellet station. Komunikasi antara petugas, nahkoda, dan pellet station juga kami evaluasi. Setelah pemeriksaan selesai, nanti kami lakukan pemberkasan. Pasti ada pertemuan dengan pihak perusahaan. Itu sudah pasti,” jelas Mursidi.

Pihak perusahaan pemilik kapal sendiri dilaporkan telah menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Trending